Tulisan mengenai olahraga jalan cepat sudah saya selesaikan pada postingan sebelum ini, tapi saya merasakan masih ada yang mengganjal dalam tulisan tersebut. Bukan mengenai jalan cepatnya atau brisk walkingnya, tetapi yang berkaitan dengan perhitungan dan persyaratan detak jantung. Saya tidak tahu apakah Anda sudah merasa cukup dengan tulisan sebelum ini? Entahlah. Tapi saya merasakan adanya sedikit kekurangan informasi mengenai detak jantung terutama yang berhubungan dengan olah raga.
Mengenai
detak jantung ini seharusnya kita lihat detak jantung saat istirahat dan detak
jantung setelah olah raga.
Detak jantung saat istirahat.
Ukuran detak jantung saat istirahat atau tidak berolahraga (resting heart rate) bisa menjadi patokan kebugaran yang baik. Semakin rendah detak jantung Anda semakin baik kondisi tubuh Anda. Jika ingin tahu kondisi detak jantung Anda, sebelum bangkit dari tempat tidur dipagi hari, gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menemukan nadi pada pergelangan tangan Anda bagian dalam. Hitung detaknya selama 10 detik, dan kalikan hasilnya dengan 6 untuk menemukan detak jantung per menit (60 detik). (bpm atau beats per minute)
Detak jantung antara 60 – 80 bpm dianggap baik, dalam arti normal. “Orang-orang yang sangat sehat memiliki detak jantung istirahat dibawah 60. Sedang detak jantung di atas 60 dan dibawah 80 bisa menunjukan adanya masalah dehidrasi atau problem medis yang mendasar, seperti penyakit tiroid atau anemia,” ujar Melissa Wood, MD, ahli kardiolog dari Massachusetts General Hospital di Boston. Jika ukuran Anda tidak termasuk dalam kedua angka tersebut, dan Anda tergolong cukup sehat dan minum cukup air putih, coba konsultasi dengan dokter Anda.
Pada dasarnya, lathan kardio juga akan membantu menurunkan detak jantung istirahat.
Detak jantung setelah olahraga.
Setelah olahraga, Anda juga perlu mengukur pemulihan detak jantung setelah olahraga (heart rate recovery). “Semakin cepat jantung kembali ke denyutnya yang normal setelah latihan, semakin sehat jantung Anda”, papar Cheri Wiggins, MD, dokter di Twin Falls, Idaho. Jika denyut jantung tidak kembali setidaknya 12 detakan dalam satu menit usai olahraga, Anda menghadapi risiko mengalami gagal jantung, bahkan kematian.
Detak jantung saat istirahat.
Ukuran detak jantung saat istirahat atau tidak berolahraga (resting heart rate) bisa menjadi patokan kebugaran yang baik. Semakin rendah detak jantung Anda semakin baik kondisi tubuh Anda. Jika ingin tahu kondisi detak jantung Anda, sebelum bangkit dari tempat tidur dipagi hari, gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menemukan nadi pada pergelangan tangan Anda bagian dalam. Hitung detaknya selama 10 detik, dan kalikan hasilnya dengan 6 untuk menemukan detak jantung per menit (60 detik). (bpm atau beats per minute)
Detak jantung antara 60 – 80 bpm dianggap baik, dalam arti normal. “Orang-orang yang sangat sehat memiliki detak jantung istirahat dibawah 60. Sedang detak jantung di atas 60 dan dibawah 80 bisa menunjukan adanya masalah dehidrasi atau problem medis yang mendasar, seperti penyakit tiroid atau anemia,” ujar Melissa Wood, MD, ahli kardiolog dari Massachusetts General Hospital di Boston. Jika ukuran Anda tidak termasuk dalam kedua angka tersebut, dan Anda tergolong cukup sehat dan minum cukup air putih, coba konsultasi dengan dokter Anda.
Pada dasarnya, lathan kardio juga akan membantu menurunkan detak jantung istirahat.
Detak jantung setelah olahraga.
Setelah olahraga, Anda juga perlu mengukur pemulihan detak jantung setelah olahraga (heart rate recovery). “Semakin cepat jantung kembali ke denyutnya yang normal setelah latihan, semakin sehat jantung Anda”, papar Cheri Wiggins, MD, dokter di Twin Falls, Idaho. Jika denyut jantung tidak kembali setidaknya 12 detakan dalam satu menit usai olahraga, Anda menghadapi risiko mengalami gagal jantung, bahkan kematian.
Hitung
target detak jantung Anda dengan persamaan ini :
(220 – usia)
x 0.6 = titik rendah dari target detak jantung.
(220 – usia) x 0.8 = titik tinggi dari target detak jantung.
(220 – usia) x 0.8 = titik tinggi dari target detak jantung.
Contoh jika
usia Anda 40 tahun, maka :
(220 – 40) x 0.6 = 108 untuk titik rendah,
(220 – 40) x 0.8 = 144 untuk titik tinggi.
(220 – 40) x 0.6 = 108 untuk titik rendah,
(220 – 40) x 0.8 = 144 untuk titik tinggi.
Lalu
mulailah olahraga berlari atau bersepeda, sampai Anda mencapai titik tersebut
(gunakan monitor detak jantung untuk mengukurnya). Kemudian berhentilah dan
langsung hitung denyut nadi. Satu menit setelah Anda berhenti berlatih, hitung
kembali denyut nadi Anda. Kurangkan angka kedua dari angka pertama.
Jika angkanya kurang dari 12, target anda adalah berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, atau 5 sesi per 30 menit, dengan latihan aerobic seperti jalan cepat. Tidak perlu terlalu dipaksakan saat melakukannya. Dalam sekala 1 hingga 10, lakukan dengan tingkat intensitas 4 atau 5. Begitu kondisi kardiovaskular Anda semakin baik dan detak jantung setelah olahraga semakin tinggi, tingkatkan durasi dan intensitas latihan Anda.
Jika angkanya kurang dari 12, target anda adalah berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, atau 5 sesi per 30 menit, dengan latihan aerobic seperti jalan cepat. Tidak perlu terlalu dipaksakan saat melakukannya. Dalam sekala 1 hingga 10, lakukan dengan tingkat intensitas 4 atau 5. Begitu kondisi kardiovaskular Anda semakin baik dan detak jantung setelah olahraga semakin tinggi, tingkatkan durasi dan intensitas latihan Anda.
Olahraga
untuk jantung sehat adalah olahraga jenis aerobic. Umumnya dokter
merekomendasikan jalan kaki, bersepeda, renang atau senam aerobic. Namun perlu
ditekankan bahwa olahraga tersebut tidak boleh dilakukan dalam bentuk
kompetisi. Karena bila bentuknya kompetisi maka peningkatan denyut jantung
menjadi mendadak dan fluktuatif. Olahraga untuk melatih jantung juga harus
terencana, tidak boleh berlebihan. Umumnya kegiatan aerobic dilakukan dengan
rentang 30 menit, dan masa pemulihat bagi pemula dan orang lanjut usia adalah 2
hari (48 jam). Artinya, bagi pemula seperti saya, olahraganya cukup 3 kali
seminggu.
Penambahan
informasi ini semoga bisa membantu Anda lebih menguasai masalah detak jantung
dengan olahraga yang akan Anda jalankan.
Please visit here :
Please visit here :
| http://go.ad2up.com/afu.php?id=590123 |

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat untuk Anda semua, silahkan tinggalkan komentar.