Dunia
kembali mengukuhkan Jalan Kaki secara rutin sebagai obat paling menyehatkan di
abad modern sekarang ini. Saya jadi ingin tahu alasan-alasan dan bukti-buktinya
bagaimana bisa hanya jalan kaki secara rutin, bukan lari cepat atau sprint,
bisa menambah sehat dan menjanjikan kita bisa beroleh umur panjang. Ternyata
betul, baru-baru ini telah diperolehnya bukti-bukti baru mengenai manfaat
berjalan kaki secara rutin terhadap kesehatan kita. Saya jadi ingin tahu dan
saya kira anda juga, makanya bacalah terus artikel perihal jalan kaki ini yang
saya sadur dari berbagai sumber.
Jalan kaki
yang dimaksud diatas adalah jalan cepat (tergopoh-gopoh) atau brisk walking.
Yang menurut definitsi pakar aerobic – Cooper, menentukan bahwa jalan kaki
tergopoh-gopoh atau brisk walking yang bermanfaat untuk kesehatan itu, adalah jalan kaki yang cepat dengan laju
kecepatan 5-6 km/jam selama sekitar 40-50 menit per hari, dan dilakukan 5 – 6
kali perminggu.
Manfaat
kesehatan brisk walking ini tidak kalah dengan lari cepat ataupun sprint,
tetapi lebih aman. Tidak ada resiko cedera lutut atau tungkai.
Efek dari brisk walking ini tidak akan terasa dalam waktu singkat. Bahkan dalam waktu satu hingga dua bulan pun belum akan terasa efeknya. Yang bisa kita rasakan adalah badan akan lebih segar, lebih enak tidur, nafsu makan bagus, buang air besar lebih lancar. Bila pada awal menjalankan olahraga jalan kaki ini, kita ukur misalnya tekanan darah, kolesterol, gula darah, kondisi otot dan tulang, dan setelah kita ber-brisk walking 2 bulan misalnya, kita ukur lagi, maka kita akan tahu adanya perbaikan-perbaikan hasil yang mendekali nilai normal.
Efek dari brisk walking ini tidak akan terasa dalam waktu singkat. Bahkan dalam waktu satu hingga dua bulan pun belum akan terasa efeknya. Yang bisa kita rasakan adalah badan akan lebih segar, lebih enak tidur, nafsu makan bagus, buang air besar lebih lancar. Bila pada awal menjalankan olahraga jalan kaki ini, kita ukur misalnya tekanan darah, kolesterol, gula darah, kondisi otot dan tulang, dan setelah kita ber-brisk walking 2 bulan misalnya, kita ukur lagi, maka kita akan tahu adanya perbaikan-perbaikan hasil yang mendekali nilai normal.
Beberapa
manfaat yang bisa kita peroleh adalah :
1. Meningkatkan kesehatan jantung.
Berjalan cepat memang sudah dibuktikan bisa menekan risiko serangan jantung. Otot jantung yang membutuhkan aliran darah lebih deras agar bisa berfungsi normal memompakan darah tanpa henti, terpenuhi dengan olahraga jalan cepat yang memperderas aliran darah kedalam coroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk tetap bisa terus berdegup. Selain itu, kelenturan pembuluh darah alteri tubuh yang menguncup dan mengembang juga akan terbantu dengan mengejangnya otot-otot tubuh yang berada disekitar dinding pembuluh darah sewaktu malakukan kegiatan jalan cepat itu. Hasil akhirnya tekanan darah cenderung lebih rendah, dan perlengkatan antar-sel darah, yang bisa menyebabkan gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh, juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan olahraga jalan cepat. Tidak banyak cara diluar obat yang bisa meningkatkan kadar HDL selain bergerak badan. Berjalan kaki cepat tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga setengahnya.
Berjalan cepat memang sudah dibuktikan bisa menekan risiko serangan jantung. Otot jantung yang membutuhkan aliran darah lebih deras agar bisa berfungsi normal memompakan darah tanpa henti, terpenuhi dengan olahraga jalan cepat yang memperderas aliran darah kedalam coroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk tetap bisa terus berdegup. Selain itu, kelenturan pembuluh darah alteri tubuh yang menguncup dan mengembang juga akan terbantu dengan mengejangnya otot-otot tubuh yang berada disekitar dinding pembuluh darah sewaktu malakukan kegiatan jalan cepat itu. Hasil akhirnya tekanan darah cenderung lebih rendah, dan perlengkatan antar-sel darah, yang bisa menyebabkan gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh, juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan olahraga jalan cepat. Tidak banyak cara diluar obat yang bisa meningkatkan kadar HDL selain bergerak badan. Berjalan kaki cepat tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga setengahnya.
2. Stroke.
Walaupun manfaat berjalan kaki cepat terhadap stroke, pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi ternyata menunjukkan hasil yang menggembirakan. Studi terhadap 70 ribu perawat di Havard School of Public Health, yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam satu minggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga-nya.
Walaupun manfaat berjalan kaki cepat terhadap stroke, pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi ternyata menunjukkan hasil yang menggembirakan. Studi terhadap 70 ribu perawat di Havard School of Public Health, yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam satu minggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga-nya.
3. Menurunkan dan menstabilkan berat
badan.
Untuk mereka yang kelebihan berat badan, olahraga jalan cepat secara rutin dapat menurunkan kelebihan berat badannya. Kelebihan lemak dibawah kulit akan dibakar bila rajin berolahraga jalan cepat minimal satu jam tiap harinya, selama 5 hingga 6 hari perminggunya. Selanjutnya dengan membiasakan olahraga berjalan cepat ini secara rutin juga akan menjaga laju metabolism tubuh, dengan demikan kenaikan berat badan tidak akan terjadi.
Untuk mereka yang kelebihan berat badan, olahraga jalan cepat secara rutin dapat menurunkan kelebihan berat badannya. Kelebihan lemak dibawah kulit akan dibakar bila rajin berolahraga jalan cepat minimal satu jam tiap harinya, selama 5 hingga 6 hari perminggunya. Selanjutnya dengan membiasakan olahraga berjalan cepat ini secara rutin juga akan menjaga laju metabolism tubuh, dengan demikan kenaikan berat badan tidak akan terjadi.
4. Mencegah kencing manis atau
diabetes.
Dengan membiasakan olahraga jalan cepat dengan kecepatan sekitar 6 km per jam dan dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya Diabetes Type 2, khususnya bagi mereka yang bertubuh gemuk. Selama berjalan cepat , otot tubuh Anda banyak bergerak dan memnggunakan energy yang dapat memecah kelebihan glukosa dalam darah Anda hingga dapat membantu mencegah diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap normal.
Dengan membiasakan olahraga jalan cepat dengan kecepatan sekitar 6 km per jam dan dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya Diabetes Type 2, khususnya bagi mereka yang bertubuh gemuk. Selama berjalan cepat , otot tubuh Anda banyak bergerak dan memnggunakan energy yang dapat memecah kelebihan glukosa dalam darah Anda hingga dapat membantu mencegah diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap normal.
5. Semua keadaan tidak sehat yang
berhubungan dengan sirkulasi darah yang tidak normal, seperti kesehatan tulang,
kesehatan seksual, osteoporosis, encok lutut (osteoarthritis), jenis kanker
usus besar (colorectal carcinoma) dan lain-lain lagi, dengan olahraga jalan
cepat ini bisa diperbaikinya menjadi lebih sehat.
Sebetulnya
kondisi tidak sehat seperti yang diuraikan diatas, sebagian besar adalah
dikarenakan oleh kurangnya kita berolahraga. Hanya sebelum kita mengenal
olahraga jalan cepat atau brisk walking ini, hampir semua olah raga membutuhkan
syarat-syarat tertentu disamping memerlukan biaya yang tidak kecil. Akibatnya
sebagian besar dari kita lalu tidak berkesempatan melakukan olahraga yang
sangat kita perlukan demi menjaga kesehatan kita. Disamping itu semua, factor
umur juga sangat menentukan.
Ukuran
target olahraga yang sehat, bukanlah banyaknya keringat yang keluar dari tubuh
kita, melainkan tercapainya denyut jantung
optimal. Setelah napas memburu, degub jantung melaju, itulah ukuran
olahraga yang sudah memberikan nilai aerobic optimal. Denyut jantung optimal
dihitung dengan rumus 60% X (220 –
usia). Jadi jika kita telah berumur 60 tahun, maka denyut jantung optimal
adalah 60% X (220 – 60) = 60% X 160 = 96
per menit.
Olahraga terbaik buat kita yang telah berusia 40 tahun atau lebih, adalah jalan cepat, jalan tergopoh-gopoh, atau brisk walking. Olah raga lari tidak lagi dianjurkan, sedangkan jalan pagi yang santai itu terlalu santai hingga tidak tercapainya denyut jantung yang optimal. Jalan santai dipagi hari memang bermanfaat membakar kelebihan kalori yang tersimpan sebagai lemak didalam tubuh. Disamping itu, jalan kaki santai dipagi hari merupakan salah satu unsur relaksasi yang bisa meredakan ketegangan-ketegangan kita sepanjang hari. Relaksasi merangsang keluarnya hormon-hormon utama yang menjadi suplemen alami menjaga tubuh tetap fit dan sehat. Nah, sekarang bila jalan santai ini ditingkatkan kecepatannya menjadi brisk walking, maka Anda akan mendapat bonus extra dalam meningkatkan fungsi kebugaran jantung anda. Brisk walking memang adalah porsi olahraga paling optimal untuk melatih jantung agar selalu bekerja secara optimal.
Olahraga terbaik buat kita yang telah berusia 40 tahun atau lebih, adalah jalan cepat, jalan tergopoh-gopoh, atau brisk walking. Olah raga lari tidak lagi dianjurkan, sedangkan jalan pagi yang santai itu terlalu santai hingga tidak tercapainya denyut jantung yang optimal. Jalan santai dipagi hari memang bermanfaat membakar kelebihan kalori yang tersimpan sebagai lemak didalam tubuh. Disamping itu, jalan kaki santai dipagi hari merupakan salah satu unsur relaksasi yang bisa meredakan ketegangan-ketegangan kita sepanjang hari. Relaksasi merangsang keluarnya hormon-hormon utama yang menjadi suplemen alami menjaga tubuh tetap fit dan sehat. Nah, sekarang bila jalan santai ini ditingkatkan kecepatannya menjadi brisk walking, maka Anda akan mendapat bonus extra dalam meningkatkan fungsi kebugaran jantung anda. Brisk walking memang adalah porsi olahraga paling optimal untuk melatih jantung agar selalu bekerja secara optimal.
Porsi
brisk walking yang disarankan adalah sekitar 40 – 50 menit, namun bila belum
mampu mencapai waktu tersebut, lakukanlah secara bertahap. Usahakan jalan cepat
selama 15 menit, jangan kurang. Karena umumnya setelah 15 menit itu denyut
jantung aerobic baru tercapai. Lakukan
setiap hari, dengan jeda istirhat hari ke-7. Atau minimal 3 X perminggu sudah
cukup baik. Setelah satu bulan, bisa mulai ditingkatkan menjadi 20 menit,
sebulan kemudian ditambah lagi menjadi 25 menit. Demikian selanjutnya
hingga mencapai 40 menit atau bahkan 50
menit.
Tidak terlalu sulit, bukan? Cobalah mulai hari ini dan berkelanjutan terus demi untuk kesehatan Anda yang lebih baik.
Tidak terlalu sulit, bukan? Cobalah mulai hari ini dan berkelanjutan terus demi untuk kesehatan Anda yang lebih baik.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat untuk Anda semua, silahkan tinggalkan komentar.